Register & Submit

Win Your Future adalah sebuah movement yang menjadi wadah bagi para calon ataupun yang sudah menjadi entrepreneur muda berbakat.

Folow us on social
News 5 Langkah Membangun Startup

5 Langkah Membangun Startup

Membangun sebuah startup adalah hal yang menantang. Untuk mempermudah jalan kita mendirikan startup yang sudah ada di kepala sejak lama, berikut lima langkah yang akan membantu kita dalam membangun startup pertama kita.

Langkah 1: Artikulasikan ide

Jelaskan ide kita kepada diri sendiri. Caranya adalah memulai dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Masalah apa yang ingin diselesaikan?
  • Siapa yang mengalami masalah itu?
  • Bagaimana masalah itu mau diselesaikan?

Contoh:

“Saya ingin memecahkan masalah dalam hal penyimpanan makanan di negara-negara berkembang; hampir 40 persen dari panen mereka membusuk. Masalah ini dialami oleh orang-orang di daerah pedesaan, dimana infrastruktur penyimpanan makanan tidak ada. Saya ingin memecahkan masalah itu dengan menyediakan tempat penyimpanan makanan skala desa yang akan memberi setiap desa cara untuk menyimpan panen mereka dan melindunginya dari hujan dan hama. ”

Langkah 2: Tentukan siapa pelanggan kita

Kita harus menentukan siapa orang yang dituju, jadi mendirikan startup sudah pasti memiliki target. Memahami pelanggan adalah kunci untuk membangun produk yang dibutuhkan pelanggan. Pelanggan kita adalah orang-orang yang,

  •         Memiliki kebutuhan serupa,
  •         Membutuhkan solusi dengan biaya serupa,
  •         Mampu membeli dengan harga yang telah ditentukan.

Tentukan juga persona dari pelanggan kita. Persona pelanggan adalah persepsi umum tentang pelanggan kita. Berikut beberapa pertanyaan yang akan membantu untuk menentukan “siapa-pelanggan-kita” dengan lebih baik:

  • Berada di kelompok usia berapa?
  • Apa jenis kelaminnya?
  • Apa pekerjaannya?
  • Apa yang menyebabkan mereka harus tetap terbangun di malam hari?
  • Dimana mereka tinggal? (kota, desa, daerah pegunungan, dll)
  • Seberapa kuat latar belakang keuangan mereka?
Langkah 3: Hindari persaingan

Startup baru yang bersaing dengan pemain mapan memiliki risiko kegagalan yang lebih besar. Coba perhatikan, banyak startup bergerak di e-commerce yang gagal karena mereka bersaing melawan pemain besar dan lama.

Namun, kalau kita masih ingin bersaing dengan mereka, pastikan bahwa produk kita setidaknya 10 kali lebih baik. Pikirkan Apple iPod vs MP3 player dari merek yang umum. Tahu kan kenapa Apple lebih unggul?

Langkah 4: Monopoli?

Konsep monopoli sebenarnya sangat tidak dihormati di masyarakat. Masyarakat membuat persepsi tentang para pemain monopoli terlihat jahat karena mereka bisa mengendalikan harga dan ketersediaan produk. Namun, di dunia startup, monopoli diperlukan untuk bertahan. Beberapa contoh perusahaan yang melakukan monopoli, dan masih tetap bertahan dalam bisnisnya

  • Google Search
  • Microsoft Windows OS for desktop
  • Unilever
  • WhatsApp
  • Facebook
Langkah 5: Buatlah prototype

Selamat! Kita telah berhasil menyelesaikan langkah 1 sampai 4. Sekarang saatnya untuk membangun prototipe. Mulailah dengan brainstorming. Catat setiap ide yang muncul di dinding kamar, jendela kantormu, termasuk ide yang gila sekalipun. Biarkan mengalir dan kelak berbagai gagasan akan berdatangan.

Buat daftar orang-orang yang mungkin mendapat manfaat dari ide kita. Persempit pandangan dan temukan siapa orang yang ingin kita berikan solusi, lalu coba ceritakan dengan antusias kepada mereka.

Setelah menemukan apa dan untuk siapa kita membangun startup, selanjutnya buat, uji, dan tingkatkan ke tahap MVP (Minimum Viable Product). Ikutilah feedback loop dibawah ini sampai kita menemukan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pelanggan.

  1.  Mulailah dengan merancang apa yang kita yakini, bisa dalam bentuk hipotesis. Dibuat dalam bentuk paper prototype juga boleh.
  2.  Mulailah membangun apa yang kita tulis di paper prototype. Kalau kita mau membuat web, mungkin ini menjadi versi pertama web kita. Jangan memikirkan fitur dan tampilan produk, pengguna awal tidak mempermasalahkan ini. Tapi, pastikan kalau kita mampu menyelesaikan masalah pelanggan atau memberikan solusi atas kebutuhan mereka.
  3.  Kirimkan ke pengguna kita. Ini bisa dilakukan dengan mengajak mereka ke kantor dan memberikan pengalaman langsung terhadap produk atau jasa yang kita rancang.
  4.  Analisis dengan cermat bagaimana mereka menggunakan produk kita. Carilah petunjuk non-verbal seperti apakah mereka bingung, jengkel atau apa ada senyum ketertarikan di wajah mereka? Pada tahap ini jangan ragu untuk bertanya. Feedback mereka adalah tambang emas bagi kita.
  5.  Belajar dari feedback mereka. Identifikasi apa yang membuat mereka bingung atau mengatakan ‘wow’. Dari pembelajaran ini, tingkatkan produk kita dan ulangi dari Langkah 1.

Hal yang paling esensial dalam membuat prototipe adalah kesabaran dalam melakukan trial and error, ulangi dan ulangi prosesnya sampai pengguna kita memberikan ulasan 5 bintang. Selamat mencoba!

Post a Comment